ALTERANS – Pekan lalu, dua puluh peserta didik dari SMP Islam Al Azhar 13 berpartisipasi dalam ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2024 di Denpasar Convention Center, Bali. Kegiatan ini diadakan pada 28 – 31 Agustus 2024 yang bertepatan dengan Hari Penemu Indonesia. Indonesia Inventors Day merupakan kegiatan pameran dan kompetisi penemuan terbesar yang rutin diadakan setiap tahun sejak 2014 lalu.
Dua puluh pelajar dari SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya yang terbagi menjadi tiga kelompok yang menghadiri secara offline di Bali dan satu kelompok menghadiri secara online. Keempat kelompok yang berkompetisi dalam ajang ini sukses memborong medali dan satu di antaranya mendapatkan special award.
Kelompok Dare 2 Help yang digawangi oleh Aluna Lakeisha Nashwa, Damar Wuning Tungga Dewi, dan Rayhaan Arkan Almadhani menciptakan topi yang dapat mengirimkan sinyal SOS pada kerabat terdekat atau pihak kepolisian jika sang pemakai sedang dalam bahaya hanya dengan mendeteksi pergerakan mata. Dengan topi dare to help ini, kelompok yang diketuai oleh Uni berhasil meraih gold medal dan mendapatkan special award sebagai Best International Young Inventors Award (IYIA) Participants.
Serta kelompok Study Buddy yang digawangi oleh Queensha Aulia Tarwoto, Agha Hanania Athalla Ardiansyah, Akbar Sidharta Giri, Iqbal Sidarta Giri, Naomi Azaria Asmirah, Divanya Azkia Muzakkir, dan Richie Medina Tarwoto membuat sebuah aplikasi yang mengontrol ritme belajar murid melalui gelombang otak dengan menggunakan sebuah alat yang bernama IIG. Aplikasi ini akan terhubung dengan guru dan orangtua sehingga dapat memudahkan orangtua dan guru dalam memantau pembelajaran murid karena memuat tugas-tugas sekolah, lama waktu belajar dalam satu minggu, berbagai macam tips dan gaya belajar. Kelompok yang diketuai oleh Queensha ini mendapatkan silver medal.
Kelompok Health Shell yang digawangi oleh Azzahra Hayfa Nadityo, Rafila Ghina Andian Maytha, dan Reyna Nalini Zarri mengusung tema serupa dengan aplikasi Halo Doc yang memberikan diagnosis mengenai masalah kesehatan yang sedang dialami oleh pemakai aplikasi secara daring. Dalam aplikasi ini, pengguna akan mengirimkan beberapa catatan kesehatan dan dokter akan memberikan diagnosisnya berdasarkan dengan data yang telah dikirimkan. Kelompok ini mendapatkan bronze medal.
Ajang yang diikuti oleh 451 tim dari 25 negara ini memberikan kesempatan bagi para peserta didik yang menggemari karya ilmiah untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam menciptakan terobosan baru yang bermanfaat bagi kehidupan dalam berbagai bidang. Di bawah bimbingan Ali Mustofa, S.Pd., para murid akan dibimbing bagaimana cara berfikir kritis, logis, dan sesuai dengan prinsip keilmiahan dalam menciptakan suatu produk yang kelak bisa membantu kita dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini masih akan terus berlanjut setiap tahunnya. Oleh karena itu, SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya membuka diri untuk peserta didik yang tertarik dalam bidang karya ilmiah untuk bisa menjadi bagian dalam Indonesia Inventors Day (IID) tahun 2025. Oleh karena itu, Segera daftarkan putra dan putri anda untuk menjadi bagian dari keluarga kami melalui narahubung pada nomor 081313132035. Jangan lupa ikuti semua akun sosial media kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kegiatan harian, prestasi, dan informasi mengenai pendaftaran peserta didik baru. Kami tunggu ya! (MRF)

