ALTERANS – Menjelang Pemilihan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS (PEMILO) 2024 di SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya, dilengkapi dengan agenda debat dan tanya jawab untuk seluruh kandidat. Acara debat ini dilaksanakan pagi ini (17/1) dan disaksikan oleh seluruh murid serta dewan guru SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya. Acara debat ini bertujuan untuk meyakinkan seluruh murid agar bisa memilih calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2024 yang capable dan bisa menjadi wadah aspirasi bagi murid lain.
Diawali dengan penyampaian Visi, Misi dan Program Unggulan masing-masing kandidat. Pasangan kandidat nomor 1, Asryasatya Yusuf Habibie Adhitama dan Gilang Aldebaran. Pasangan kandidat nomor 2, Queensha Aulia Tarwoto dan Keysha Zahira Haprabu. Terakhir pasangan kandidat nomor 3, Nayla Azzahra Handayani Hukom dan Digdaya Azka Ryvallsa. Ketiga kandidat tampak percaya diri dan antusias dalam menyampaikan Visi, Misi, dan Program Unggulan yang akan mereka terapkan saat menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2024.
Setelah menyampaikan Visi dan Misi, kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS mengikuti debat terbuka. Pasangan kandidat mengambil undian pertanyaan yang telah disediakan oleh dewan guru, kemudian bergantian menjawab dan menyanggah jawaban antar paslon. Materi debat terkait penjabaran visi-misi, bullying, vandalisme, intoleransi, dan pelaksanaan tata tertib sekolah.
Debat kandidat terasa semakin menarik ketika sesi tim sukses antar paslon mengajukan pertanyaan untuk paslon lain. Agha Hanania Atallah, siswa kelas 8C dan tim sukses palon nomor 3 bertanya “Bagaimana sikap kamu ketika ada anggota OSIS yang berpacaran? Apakah kamu akan memberikan sanksi karena sekolah kita ini tidak mengkategorikan pacaran sebagai pelanggaran sedang?”.
Tanya jawab kemudian ditutup dengan pertanyaan spontan dari dewan guru yang diwakili oleh Ibu Wheni Marifatus Sholikah, S.Pd., “Jika suatu hari nanti ada kunjungan mendadak dari sekolah luar negeri mengingat sekolah kita ini adalah sekolah pendidikan kerjasama, dan tamu tersebut meminta ketua dan wakil ketua OSIS untuk menjelaskan apa itu OSIS dan program apa saja yang kalian jalankan sementara kalian tidak bisa berbahasa asing dan tidak memiliki kemampuan public speaking yang bagus. Apa yang akan kalian lakukan saat itu? Apakah kamu akan digantikan oleh anak lain?”.
Pertanyaan tersebut disambut sorakan dari seluruh murid yang menyaksikan jalannya debat. Pasalnya, salah satu pasangan calon ada yang tidak lancar berbahasa inggris. Bahkan ketika ada pertanyaan yang menggunakan bahasa inggris paslon tersebut meminta untuk dijelaskan dengan menggunakan bahasa indonesia. Debat kali ini diwarnai dengan aksi saling sindir yang dilakukan tim sukses tiap paslon membuat suasana debat semakin panas. (MRF)

