ALTERANS – Untuk memperingati acara Hari Pahlawan, 23 murid putra dari kelas 7, 8, dan 9 SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya menampilkan drama kolosal peristiwa 10 November 1945 sesaat setelah prosesi upacara bendera pada Jumat (10/11) tahun 2023 pukul 08.00 di lapangan sekolah. Penampilan drama kolosal ini baru pertama kali dilakukan di SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya.
Erina Aprilia Susanti, S.Pd. selaku penanggungjawab kegiatan Hari Pahlawan mengatakan, “Penampilan drama ini diharapkan dapat menjadi ajang pembelajaran sejarah secara audio visual agar lebih menarik bagi siswa-siswi, serta sebagai pengingat akan jasa para pahlawan terdahulu dalam membebaskan Kota Surabaya dari penjajahan. Selain bisa memvisualisasikan secara langsung peristiwa 10 November 1945, para murid juga dapat merasakan ketegangan saat puncak peperangan.”
Para pemeran drama mendapat banyak pujian dari dewan guru bahkan wali murid karena bisa tampil maksimal walaupun hanya latihan beberapa kali karena padatnya kegiatan sekolah, juga sebagian besar pemeran drama adalah atlet basket yang saat itu juga sedang dalam masa pertandingan dalam ajang Nextgen Basketball Competition 2023.
Bahkan pelatih drama kolosal ini, Munziatul Rahma Fariro, S.Pd. yang merupakan guru Bahasa Indonesia SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya mengatakan, “Penampilan ini diluar ekspektasi saya, mereka hebat sekali bisa tampil maksimal. Selain kami hanya sempat latihan lima kali, juga malam tadi mereka masih bertanding melawan tim basket SMP Kristen Petra 1 sampai pukul 22.00 WIB. Saya pikir beberapa pemeran akan ada yang izin untuk tidak tampil pagi ini mengingat mereka sempat kecewa karena harus gugur di posisi delapan besar tadi malam, bahkan Asyraf sempat cedera saat pertandingan berlangsung dan Parves sedang demam tinggi. Tetapi prediksi saya salah, mereka semua bahkan hadir lebih pagi dengan sudah mengenakan kostum sesuai peran dari rumah dan sudah bersiap di ruang tunggu untuk pemeran drama. Mereka semua anak-anak hebat”.
Penampilan drama ini diawali dengan peristiwa perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato, kedatangan Belanda yang dikomandoi oleh AWS. Mallaby (diperankan oleh Asyraf Haprabu dari kelas 9A) bersama dengan pasukannya menggunakan kapal, pembebasan tawanan sekutu di Penjara Kali Sosok, hingga tewasnya AWS. Mallaby di Jembatan Merah yang memicu pertempuran 10 November 1945. Suasana menegangkan saat pertempuran ini pun ditutup dengan Bung Tomo (diperankan oleh Dimash El Pratama kelas 9B) yang berpidato untuk mengobarkan semangat arek-arek Suroboyo untuk berperang melawan sekutu.
Penampilan drama kolosal ini menyita banyak perhatian siswa-siswi bahkan masyarakat sekitar yang turut menyaksikan penampilan drama kolosal ini melalui siaran langsung di instagram @smpia13. Para pemeran dinilai sangat totalitas dalam memerankan karakter para tokoh. Hal ini dapat terlihat dari histeria para murid saat penampilan drama berlangsung. Bahkan puncak perang 10 November menuai
banyak riuh tepuk tangan dan komentar positif karena menyuguhkan latar suara khas peperangan yang dikombinasikan dengan menyalakan flare untuk menguatkan suasana perang yang menegangkan.
Serangkaian acara Hari Pahlawan ini diakhiri dengan sesi sharing dengan mendatangkan para Veteran yang terlibat dalam peperangan tersebut untuk menceritakan kembali peristiwa 10 November 1945. (MRF)

